Penjelasan Bentuk Atap Kelebihan dan Kekurangannya

Bentukan atap-atap tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat dijadikan pertimbangan dalam membangun.
a. Atap datar.
Atap datar mempunyai nilai lebih sebagai berikut.
• Atap dapat diperuntukkan aktifitas lain misalnya tempat jemur dan taman.
• Tidak adaa pemborosan ruang di bawah atap.
• Tampak yang dihasilkan lebih simpel dan tidak terlalu tinggi, tidak perlu plafon bila pemakaian begesting menggunakan papan yang halus atau dilapisi triplek sehingga beton cor yang terbentuk rapi dan halus.
• Memudahkan dalam pengembangan ke arah vertikal.
Kekurangan atap datar sebagai berikut
• Rawan terhadap bahaya angin kencang
• Mahal dalam kontruksi karena bahan dasar beton berulang.
• Mudah sekali menjadi panas.
• Mudah retak bahkan bocor karena perubahan suhu besar.
• Hawa panas di bawah atap tidak dapat buang keluar dengan cepat.
Untuk mengantisipasi bahaya keretakan dan kebocoran, dapat ditambahkan lapisan lagi pada beton cor dengan kerikil yang padat, air, dicat waterproofing, ditanami rerumputan, atau dengan pengapuran atap beton.
b. Atap limasan
Atap limasan mempunyai nilai lebiih sebagai berikut.
• Penaungan dan perlindungan dari matahari dan hujan merata di tiap sisi bangunan.
• Terkesan megah apalagi dengan bentukan yang tinggi seperti asap joglo.
selain nilai lebih, juga mempunyai kekurangan sebagai berikut
• Konstruksi rumit dan mahal dengan penggunaan kuda-kuda yang banyak.• Tidak tepat dan tidak efektif bila diaplikasikan pada lahan yang lebarnya minim, misalnya pada lahan
perumahan dengan ukuran 9 x 18 m2.
• Membutuhkan bahan penutup atap yang lebih banyak.
• Resiko bocor pada jurai bila pengerjaannya tidak rapi.
c. Atap pelana
Atap pelana mempunya nilai lebih sebagai berikut
• Mudah dan mudah dalam konstruksi
• Resiko kebocoran yang ditimbulkan kecil karena tidak adanya jurai.
• Kebutuhan akan bahan penutup atap yang lebih sedikit dibanding atap limasan.
• Bila menggunakan penutup atap dengan lembaran-lembaran besar misalnya asbes gelombang akan menghemat waktu dan biaya pemasangan karena reng dan usuk tidaklah diperlukan.
• Cocok untuk lahan dengan lebar yang minim
Atap pelana mempunyai nilai kurang sebagai berikut.
• Perlindungan yang tidak menyeluruh terhadap keempat sisi bangunan sehingga butuh kanopi tambahan bila ada jendela pada sisi yang tidak terlindungi.
Bahan-bahan alami misalnya ijuk dan ilalang sudah sangat jarang dipakai untuk bahan penutup atap bagi hunian dewasa ini karena daya tahannya yang relatif singkat sehingga harus sering diganti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s